Wrapped tokens adalah aset kripto yang merepresentasikan token lain di blockchain yang berbeda. Misalnya, Wrapped Bitcoin (WBTC) memungkinkan pengguna membawa nilai Bitcoin ke ekosistem Ethereum, sehingga bisa digunakan dalam DeFi tanpa harus menjual Bitcoin asli. Wrapped tokens ini biasanya dijaga oleh smart contract atau custodian agar nilai token yang dibungkus tetap setara dengan aset aslinya. Mekanisme ini mempermudah likuiditas lintas blockchain dan memungkinkan pengguna mengakses berbagai protokol DeFi dengan satu jenis aset. Namun, meski terdengar aman, penggunaan wrapped tokens tidak lepas dari risiko. Salah satu risiko terbesar datang dari bridge yang digunakan untuk memindahkan aset antar blockchain. Bridge merupakan smart contract kompleks yang mengelola konversi dan transfer token, tetapi jika terjadi bug, exploit, atau kegagalan keamanan, aset yang dikirim bisa hilang atau dicuri. Banyak kasus peretasan besar di dunia crypto terjadi karena kerentanan bridge, sehingga pengguna harus ekstra hati-hati. Selain itu, wrapped tokens juga bisa menghadapi risiko kepercayaan jika pihak custodian gagal menjaga cadangan aset asli. Untuk itu, sebelum menggunakan wrapped tokens, pastikan bridge atau custodian memiliki reputasi baik, audit keamanan lengkap, dan transparansi tinggi. Dengan pemahaman yang tepat tentang mekanisme dan risiko wrapped tokens serta bridge, pengguna bisa memanfaatkan peluang DeFi secara lebih aman tanpa kehilangan kendali atas aset kripto mereka.
